Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Kidung pamungkas

Gambar
Ketika kata-kata Sudah tidak bisa menjawab tanya Maka bahasa pedanglah yang bicara Bahasa para ksatria Bahwa bumi menuntut sesaji darah manusia Pedang Taring betara kala sedang di amuk murka Amarahnya menelan rembulan jadi gerhana Bumi Gelap pekat menangis air mata merah Gemerlap kilat pedang menusuk dunia Darah mengalir dari ujung pedang kekuasaanTergelar dari ujung pedang Sebagaimana derita juga tergelar dari ujung yang sama syair - syair berdarah berjalan mengikuti hembusan angin menapak di sunyinya alur kehidupan bait demi bait terfatwa mematikan menusuk dalam jantung kehidupan merampas hatimu dengan serakahku mainkan nada-nada asmara untuk mengoyak suci menjadi laraku renggut paksa indahnya anganmu wahai ...wanita terlentanglah pasrah sambut birahiku seribu kutukku desah pelan syair-syair berdarah merona merah merenda kata semilir api menyentuh menyungkup membanjiri tubuhmu beriak membara mengelora panas dalam gejolakaku pendekar syair berdarah setiap desah adalah pujangga hembusa...